Kamis, 26 September 2013

JURNAL EKONOMI


ANALISIS DAMPAK PERTAMBANGAN NIKEL TERHADAP KONDISI SOSIAL EKONOMI MASYARAKAT DI KECAMATAN LANGGIKIMA KABUPATEN KONAWE UTARA
Oleh

JACOB BREEMER


ABSTRACT.

Yudi Sulistio. G2E1011022 Analisis is Nickel mining Impact to Condition Of Society Economy Social at Kccamatan Langgikima Konawe's Regency North. Guidanced of : H. Muh. Syarief and Baheri.
Society at working Langgikima district as farmer, fisherman, business man and labour experiences living shift and work as employee with propertied one is even greater from previous income. It points out to mark sense changing after available firm mines nickel but such not all firm give help for changed social society.
This research intent to know and menganalisis is nickel mining impact to condition of society economy social at Langgikima's district Konawe's Regency North. Data that is utilized is primary data and secondary data with sample as much 94 respondents. Analisis who is utilized is sign quiz and descriptive method.
Acquired observational result that conclusion nickel mining activity at district Langgikima not impacted to societies social aspect causative education and society health be still contemn although firm such continually notice and responsible to environmental aspect especially in the event prevent its adulterating happening and environment damage. On economic aspect to be gotten that impacted nickel mining on adsorbed society living as employee of firm and society income experience step-up up to available nickel mining at Langgikima's district

ABSTRAK

Yudi Sulistio. G2E1011022  Analisis Dampak Pertambangan Nikel Terhadap Kondisi Sosial Ekonomi Masyarakat di Kecamatan Langgikima Kabupaten Konawe Utara. Pembimbing : H. Muh. Syarief dan Baheri.
Masyarakat di Kecamatan Langgikima yang bekerja sebagai petani, nelayan, pedagang dan buruh mengalami pergeseran mata pencaharian dan bekerja sebagai pekerja tambang dengan pendapatan yang lebih besar dari pendapatan sebelumnya. Hal ini menunjukkan adanya perubahan sesudah ada perusahaan tambang nikel namun demikian tidak semua perusahaan memberikan bantuan untuk perubahan sosial masyarakat.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mengetahui dan menganalisis dampak pertambangan nikel terhadap kondisi sosial ekonomi masyarakat di Kecamatan Langgikima Kabupaten Konawe Utara. Data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder dengan sampel sebanyak 94 responden. Analisis yang digunakan adalah uji tanda dan metode deskriptif.
Hasil penelitian diperoleh kesimpulan bahwa kegiatan penambangan nikel di Kecamatan Langgikima tidak berdampak terhadap aspek sosial masyarakat yang menyebabkan pendidikan dan kesehatan masyarakat masih rendah walaupun demikian perusahaan terus memperhatikan dan bertanggung jawab terhadap aspek lingkungan terutama dalam hal mencegah terjadinya pencemaran dan kerusakan lingkungan. Pada aspek ekonomi diperoleh bahwa penambangan nikel berdampak pada mata pencaharian masyarakat yang terserap sebagai karyawan perusahaan dan pendapatan masyarakat mengalami peningkatan selama ada penambangan nikel di Kecamatan Langgikima

PENDAHULUAN
1.      Latar Belakang

Kecamatan Langgikima yang terdiri dari 8 (delapan) desa, masing-masing Desa Sarimukti, Desa Langgikima, Desa, Molore, Desa Lemeruru, Desa Tobimetta, Desa Pariaman, Desa Polora Indah dan Desa Alenggo memiliki potensi sumber daya nikel dengan kadar yang diinginkan oleh perusahaan tambang. Dari kedelapan desa tersebut terdapat beberapa desa yang memiliki sumber daya tambang nikel yaitu desa Langgikima, Desa Tobimetta, Desa Polora Indah dan Desa Alenggo.
Aktivitas perusahaan pertambangan di wilayah Kecamatan Langgikima diharapkan juga untuk dapat memberikan kontribusi sosial ekonomi kepada masyarakat tetapi bukan menerima semua penduduk untuk bekerja di perusahaan, namun secara partisipatif mendorong pertumbuhan sosial ekonomi di wilayah Kecamatan Langgikima. Peran perusahaan hingga kini hanya terbatas pada sumbangan-sumbangan berdasarkan nilai produksi yang diperoleh
2.      Rumusan Masalah
Bagaimana dampak pertambangan nikel terhadap kondisi sosial ekonomi masyarakat di Kecamatan Langgikima Kabupaten Konawe Utara?.
3.      Tujuan Penelitian
Untuk mengetahui dan menganalisis dampak pertambangan nikel terhadap kondisi sosial ekonomi masyarakat di Kecamatan Langgikima Kabupaten Konawe Utara.

TINJAUAN PUSTAKA

1.      Sumber Daya Alam
Secara umum sumber daya alam didefinisikan sebagai sumberdaya yang terbentuk karena proses alamiah seperti tanah, air, udara, ruang, mineral, panas bumi dan lain sebagainya, sesuatu dapat dikatakan sebagai sumberdaya jika memiliki dua kriteria, yaitu: (i) harus ada pengetahuan, teknologi atau keterampilan (skil) untuk memanfaatkannya; dan (ii) harus ada permintaan (demand) terhadap sumberdaya tersebut
2.      Pengertian Dampak
Pengertian dampak menurut KBBI adalah benturan, pengaruh yang mendatangkan akibat baik positif maupun negatif. Pengaruh adalah daya yang ada dan timbul dari sesuatu (orang, benda) yang ikut membentuk watak, kepercayaan atau perbuatan seseorang. Pengaruh adalah suatu keadaan dimana ada hubungan timbal balik atau hubungan sebab akibat antara apa yang mempengaruhi dengan apa yang dipengaruhi.
3.      Definisi Pertambangan
Pertambangan adalah rangkaian kegiatan dalam rangka upaya pencarian, penambangan (penggalian), pengolahan, pemanfaatan dan penjualan bahan galian. Sektor pertambangan, khususnya pertambangan umum, menjadi isu yang menarik khususnya setelah Orde Baru mulai mengusahakan sektor ini secara gencar. Pada awal Orde Baru, pemerintahan saat itu memerlukan dana yang besar untuk kegiatan pembangunan, disatu sisi tabungan pemerintah relatif kecil, sehingga untuk mengatasi permasalahan tersebut pemerintah mengundang investor-investor asing untuk membuka kesempatan berusaha seluas-luasnya di Indonesia.
4.      Definisi Nikel
Nikel adalah salah satu zat padat metalik yang memiliki sifat tahan karat. Dalam keadan tidak bercampur, wujud nikel adalah sebagai zat yang lembek, tapi nikel bisa menjadi baja tahan karat (stainless steel) apabila dipadukan dengan krom, besi, dan zat logam lainnya. Perpaduan nikel, krom dan besi banyak diaplikasikan pada peralatan dapur (sendok, dan peralatan memasak), ornamen-ornamen rumah dan gedung, serta komponen industri
5.      Dampak Kegiatan Usaha Pertambangan
Dalam kegiatan usaha pertambangan dampak yang ditimbulkan adalah dampak positif dan dampak negatif. Dampak positif  seperti penerimaan pendapatan daerah, tenaga kerja dan pembangunan daerah merupakan dampak yang harus dimaksimalkan, sedangkan dampak negatif seperti penurunan kualitas lingkungan merupakan dampak yang harus diminimalkan.
6.      Pengelolaan Sumberdaya Mineral secara Berkelanjutan
Eksploitasi dari sumberdaya mineral dapat dibuat berlanjut (economically sustainable), jika dapat membuat sumber permanen dari pemasukan. Sebagaimana Visi Kementrian Energi dan Sumberdaya Mineral yakni: Terwujudnya sektor energi dan sumberdaya mineral yang menghasilkan nilai tambah sebagai salah satu sumber kemakmuran rakyat melalui pembangunan berkelanjutan dan ramah lingkungan, adil, transparan, bertanggungjawab, efisien serta sesuai standar etika yang tinggi. Namun yang dimaksud berkelanjutan pada pembahasan ini bukanlah upaya untuk menemukan cadangan baru dari sumberdaya mineral tetapi lebih kepada mencari sumberdaya pengganti jika sumberdaya mineral benar-benar telah habis
7.      Pengertian kondisi Sosial Ekonomi
Kondisi Sosial ekononomi adalah suatu keadaan atau kedudukan yang diatur secara sosial dan menetapkan seseorang dalam posisi tertentu dalam struktur masyarakat. Pemberian posisi ini disertai pula seperangkat hak dan kewajiban yang harus dipenuhi oleh si pembawa status. Tingkat sosial merupakan faktor non ekonomis seperti budaya, pendidikan, umur dan jenis kelamin, sedangkan tingkat ekonomi seperti pendapatan, jenis pekerjaan, pendidikan dan investasi
8.      Kerangka Pemikiran
Kecamatan Langgikima merupakan salah satu Kecamatan di Kabupaten Konawe Utara yang memiliki potensi sumberdaya alam yang cukup besar baik sumberdaya alam terbarukan (renewable resources) maupun sumberdaya alam tidak terbarukan (unrenewable resources). Potensi yang besar tersebut dapat dimanfaatkan untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Disisi lain sektor pertambangan dapat menimbulkan dampak sosial ekonomi. Oleh karena itu dalam penelitian ini diteliti dampak pertambangan nikel terhadap kondisi sosial ekonomi masyarakat. Untuk menganalisis dampak tersebut digunakan indikator: pendidikan yaitu fasilitas atau aksebilitas pusat pendidikan, kesehatan yaitu tempat berobat atau aksesibilitas pelayanan kesehatan responden; mata pencaharian yaitu jenis  pekerjaan responden; pendapatan yaitu besarnya hasil usaha responden; dan lingkungan yaitu kondisi atau keadaan di sekitar wilayah pertambangan. Indikator-indikator tersebut akan dianalisis secara deskriptif untuk memperoleh kesimpulan dan selanjutnya menjadi bahan rekomendasi terhadap kondisi sosial ekonomi masyarakat

METODE PENELITIAN
1.      Lokasi dan Waktu Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Langgikima Kabupaten Konawe Utara yang mencakup 8 (delapan) desa/kelurahan. Waktu pelaksanaan penelitian akan dilaksanakan setelah pelaksanaan seminar proposal penelitian (Maret sampai April 2013).
2.      Populasi dan Sampel Penelitian
Populasi dalam penelitian ini adalah masyarakat Kecamatan Langgikima yang bekerja sebagai petani, nelayan, pedagang dan buruh yang berjumlah 2.335 orang. Teknik pengambilan sampel secara sengaja sebesar 10,1% dari jumlah populasi dengan menggunakan pendekatan sloving yang diadopsi dari Rianse U dan Abdi, (2009).dengan  rumus sebagai berikut :
Keterangan :   n = Jumlah sampel (responden)
                        N = Jumlah Populasi
            e = Presisi 10,1%
Dengan demikian jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 50 responden yang dirinci sebagai berikut :



Tabel 1 Jumlah Responden Penelitian di Masing-Masing Pasar.
No.
Mata Pencaharian
Responden
%
1
Petani
              38
40,30
2
Nelayan
              10
10,32
3
Pedagang
              14
15,46
4
Buruh
              32
33,92

Jumlah Responden 
              94
100
Sumber : Data Primer Diolah (2013).
Dengan demikian dapat dikemukakan bahwa sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebanyak 94 responden yang tersebar di 4 mata pencaharian yang ada di Kecamatan Langgikima.
3.      Variabel Penelitian
a.       Aspek sosial yaitu aspek yang berkaitan dengan kondisi pendidikan kesehatan dan lingkungan Kecamatan Langgikima.
b.      Aspek ekonomi yaitu aspek yang berkaitan dengan mata pencaharian dan pendapatan masyarakat di Kecamatan Langgikima

4.      Jenis dan Sumber Data

Untuk memperoleh data yang aktual dalam penelitian ini dilakukan dengan cara sebagai berikut :
1.      Survei yaitu suatu metode pengumpulan data yang dilakukan dengan peninjauan lokasi atau obyek penelitian, dimana teknik survei ini terdiri dari :
a)      Wawancara langsung yaitu suatu metode pengumpulan data yang dilakukan dengan cara mengajukan pertanyaan-pertanyaan kepada masyarakat (responden) di daerah penelitian.
b)      Kuisioner yaitu suatu metode pengumpulan data yang dilakukan dengan menggunakan alat bantu berupa pertanyaan-pertanyaan yang diajukan kepada responden. 
2.      Dokumentasi yaitu suatu cara pengumpulan data yang dilakukan dengan cara mengambil data-data yang telah didokumentasikan oleh instansi terkait yang relevan dengan penelitian ini

5.      Metode Analisis Data
Untuk mengetahui dampak pertambangan nikel terhadap kondisi sosial ekonomi masyarakat di Kecamatan Langgikima, maka penulis melakukan pendekatan melalui analisis Uji Tanda dengan formulasi (Sudrajat, 1985 dalam Arikunto 1998) sebagai berikut:
              P(XA>XB) = P(XA>XB)
Dimana :
XA            = Pendapatan masyarakat sebelum adanya pertambangan nikel
XB              = Pendapatan masyarakat setelah  adanya pertambangan nikel
Jika hasil uji tanda yang diperoleh negatif (-) maka tidak ada atau tida terdampak perubahan sesudah adanya pertambangan nikel. Sebaiknya, jikan hasil uji tanda diperoleh positif (+), maka ada terdapat dampak perubahan sesudah adanya pertambangan nikel (Arikunto 1998)

6.      Definisi Operasional

Untuk menghindari penafsiran yang keliru dalam penelitian ini, maka penulis memberikan pengertian dari variabel yang diteliti sebagai berikut:
a)      Aspek sosial yang dimaksudkan dalam penelitian ini adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan kondisi pendidikan, kesehatan dan lingkungan masyarakat.
b)      Aspek ekonomi yang dimaksudkan dalam penelitian ini adalah  segala sesuatu yang berkaitan dengan mata pencaharian dan tingkat pendapatan masyarakat.
c)      Petani adalah masyarakat Kecamatan Langgikima yang bekerja di kebun, dan persawahan diukur dengan satuan orang
d)     Nelayan adalah masyarakat Kecamatan Langgikima yang bekerja sebagai penangkap ikan diukur dengan satuan orang.
e)      Pedagang adalah masyarakat Kecamatan Langgikima yang bekerja sebagai penjualan barang kebutuhan pokok, diukur dengan satuan orang.
f)       Buruh adalah masyarakat Kecamatan Langgikima yang memilih pekerjaan tidak tetap, diukur dengan satuan orang.

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
1.      Hasil Penelitian
a.      Aspek Sosial
Aspek sosial yang timbul akibat dampak dari pertambangan nikel terhadap pendidikan di Kecamatan Langgikima. Bantuan pendidikan berkaitan dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia sehingga bantuan pendidikan menjadi prioritas utama untuk menunjang kegiatan pertambangan nikel karena sebagian warga bekerja sebagai buruh tambang
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan ini diperoleh dampak pertambangan nikel terhadap aspek sosial yang terdiri dari aspek pendidikan, kesehatan dan lingkungan. Dampak dari perusahaan terhadap aspek sosial menunjukkan adanya perhatian perusahaan terhadap kondisi sosial masyarakat yang berada di kawasan pertambangan di Kecamatan Langgikima, Dampak dari keberadaan pertambangan nikel terhadap aspek sosial penulis sajikan pada Tabel berikut :










Tabel 20 Dampak Peetambangan Nikel Terhadap Aspek Sosial.
No.
Persentase Bantuan Perusahaan Terhadap Aspek Sosial
Persentase (%)
Indikator
Item
Ya
Tidak
1





Pendidikan
Aktivitas pendidikan
35
65
Jumlah tenaga pendidik
13
87
Kondisi sekolah
24
76
Kondisi perlengkapan alat tulis
16
84
Kondisi buku perpustakaan
27
73
Bantuan pembangunan sekolah
0
100
2






Kesehatan
Pelayanan kesehatan
28
72
Pelayanan kesehatan di klinik
31
69
Penyediaan air bersih
33
67
Jumlah tenaga kesehatan di desa
34
66
Pencegahan DBD
35
65
Pengetasan penyakit menular
47
53
Pemberian vitamin dan gizi
19
81
3





Lingkungan
Gangguan Lingkungan
82
18
Pencemaran air
71
29
Pencemaran udara
87
13
Kerusakan hutan
81
19
Kerusakan lingkungan
35
65
Rata-rata

39
61
Sumber : Data Primer Diolah (2013)
Tabel 20 memperlihatkan tindakan yang dilakukan perusahaan tambang yang beraktivitas di Kecamatan Langgikima. Berdasarkan hasil uji tanda diperoleh dampak positif dari pertambangan nikel antara lain adanya pengendalian gangguan lingkungan, mengatasi pencemaran air, mengatasi pencemaran udara, mengatasi kerusakan hutan dan penanggulangan kerusakan lingkungan. Perusahaan kurang memperhatikan aspek pendidikan dan kesehatan. Dengan demikian dapat dikemukakan bahwa secara keseluruhan pertambangan nikel tidak berdampak terhadap aspek sosial.

b.      Aspek Ekonomi.
Dalam penelitian ini yang dikaji adalah dampak pertambangan nikel terhadap aspek ekonomi petani, nelayan, pedagang dan buruh. Pendapatan  yang diterima petani, nelayan, pedagang dan buruh sebelum adanya pertambangan nikel dapat disajikan pada Tabel berikut :



Tabel 21 Pendapatan Rata-Rata Berdasarkan Mata Pencaharian
No
Mata Pencaharian
Responden (Orang)
Pendapatan Rata-Rata Sebelum ada Pertambangan Nikel (Rp)
1
Petani
51
1.035.294
2
Nelayan
14
527.143
3
Pedagang
13
746.154
4
Buruh
6
700.000
Sumber : Data Terlampir
Tabel 21 menunjukkan adanya tingkat pendapatan yang diperoleh petani, nelayan, pedagang dan buruh per bulan sebagai hasil dari aktivitas yang mereka lakukan selama belum ada pertambangan nikel di Kecamatan Langgikima. pendapatan masyarakat adalah bahwa warga yang bekerja sebagai petani, nelayan, pedagang dan buruh memiliki pendapatan rata-rata yang kurang dari Rp. 1.500.000/bulan.

Tabel 18. Kondisi Mata Pencagarian Masyara di Kecamatan Langgikima
No.
Keterangan
Sebelum  Ada Pertambangan Nikel
Sesudah  Ada Pertambangan Nikel
Menjadi Pekerja Tambang
1.
Bekerja sebagai petani
38
23
15
2.
Bekerja sebagai nelayan
10
4
6
3.
Bekerja sebagai pedagang
14
10
4
4.
Bekerja sebagai buruh
32
-
32

Jumlah
94
37
57
Sumber : Data Primer Diolah (2013)
Data pada Tabel 18 memperlihatkan  mata pencaharian yang ada pada saat sebelum dan sesudah ada pertambangan nikel di Kecamatan Langgikima. Responden dalam penelitian ini sebelum ada tambang memiliki pekerjaan sebagai petani sebanyak 38 orang, nelayan sebanyak 10 orang, pedaganga sebanyak 14 orang dan buruh sebanyak 32 orang, sesudah ada pertambangan nikel, 15 orang petani beralih menjadi pekerja tambang, 6 orang nelayan beralik menjadi pekerja tambang, 4 orang pedagang beralih menjadi pekerja tambang dan buruh yang menjadi responden dalam penelitian secara keseluruhan beralih bekerja pada pertambangan nikel. Hal ini mengindikasikan bahwa sesudah ada pertambangan nikel, sebagian warga beralih menjadi pekerja tambang.
Untuk mengetahui dampak pertambangan nikel terhadap mata pencaharian, penulis menggunakan kuisioner yang diberikan kepada responden dengan latar belakang pekerjaan yang berbeda-beda seperti petani, nelayan, pedagang dan buruh. Tanggapan responden mengenai terbukanya lapangan kerja Penulis sajikan pada Tabel berikut :
Tabel 22. Tanggapan Responden Tentang Pertambangan Nikel Terhadap Mata Pencaharian.

No.
Pernyataan
Jawaban
Jml
%
Ada
Tidak Ada
R
%
R
%
1.
Adakag Dampak Pertambangan Nikel Terhadap Mata pencaharian masyarakat
76
81
18
19
94
100
2.
Adakah dampak  Pertambangan Nikel Terhadap aktivitas masyarakat
79
84
15
16
94
100
3.
Adaka lahan garapan petani yang bekurang
82
87
12
13
94
100
4.
Adanya mata pencaharian yang beralih menjadi karyawan tambang
12
13
82
87
94
100
Sumber : Data Primer Diolah (2013)
Tabel 22 menunjukkan tanggapan responden terhadap mata mata pencaharian. Pada pernyataan tentang Adanya dampak pertambangan nikel terhadap mata pendaharian, sebanyak 76 orang (81%) responden menyatakan ada, dampak tersebut pada petani, harga jual hasil panen meningkat dari harga semula, nelayan, hasil tangkapannya dijual langsung ke perusahaan dengan harga yang relatif mahal, pedagang menaikan harga jual barang dagangannya dan buruh mendapat upah kerja yang meningkat,  sedangkan  sebanyak 18 orang (65%)  responden mengatakan tidak ada dampak kegiatan mereka berlangsung seperti kebiasaan dan tidak mengubah harga jual untuk memperoleh pendapatan yang lebih besar. Hal ini mengindikasikan bahwa pertambangan nikel mengakibatkan perubahan harga dan daya beli masyarakat di Kecamatan Langgikima.
Pernyataan tentang adanya dampak pertambangan nikel terhadap aktivasi masyarakat, sebanyak 79 orang (84%) responden menyatakan ada, dampak tersebut menyebabkan sebagian warga beralih dari pekerjaan sebagai petani, nelayan, pedagang dan buruh menjadi pekerja tambang nikel dengan tujuan memperoleh pendapatan yang besar..   sedangkan  sebanyak 15 orang (16%)  responden mengatakan tidak ada dampak karena sebagian warga tetap berada pada pekerjaannya yang dilakukan sejak awal, baik sebagai petani, nelayan, pedagang, maupun buruh.  Namun demikian dapat dikemukakan bahwa secara keseluruhan pertambangan nikel berdampak terhadap aktivitas masyarakat yang menyebabkan adanya pergeseran lapangan kerja.
Pada pernyataan ketiga, tentang adakah lahan garapan yang berkurang. sebanyak 82 orang (87%) responden menyatakan ada lahan garapan petani yang berkurang karena dijual untuk perusahaan pertambangan nikel. Pernjualan ini dipicu oleh daya beli perusahaan terhadap lahan masyarakat dan ketidakmampuan masyarakat dalam mengelola lahan pertanian tersebut sehingga lahan garapan petani menjadi berkurang., sedangkan  sebanyak 12 orang (13%)  responden mengatakan tidak ada lahan yang berkurang. Hal ini terjadi pada kawasan yang bebas tambang nikel dan tidak memiliki nilai jual sehingga luas lahan tetap utuh tetapi tidak dikelola dengan baik sehingga hasil panennya tidak memadai.
Pada pernyataan keempat tentang adanya mata pencaharian yang beralik menjadi karyawan perusahaan. sebanyak 12 orang (13%) responden menyatakan ada yang beralih untuk memperoleh pendapatan yang besar sehingga membuat perubahan pada tingkat pendapatan sebelum dan sesudah ada pertambangan nikel..  sedangkan  sebanyak 82 orang (87%)  responden mengatakan tidak ada mata pencaharian yang beralih tetap mereka bekerja sebagai karyawan kontrak pada perusahaan pertambangan nikel.
Paradigma pergeseran dari pekerjaan awal ke pekerjaan sebagai pekerja tambang membuat perubahan pada struktur pendapatan yang berdampak pada kondisi ekonomi keluarga dan masyarakat pada umunya. Selain itu dengan adanya pertambangan nikel yang dilakukan perusahaan-perusahaan pertambangan memberikan pengaruh terhadap hilangnya mata pencaharian sebagia warga, arti mereka tidak bekerja lagi sebagai petani, nelayan, pedagang atau buruh tetapi mereka telah bekerja sebagai karyawan.  Pertambangan nikel yang dilakukan oleh perusahaan-perusahaan membutuhkan tenaga kerja dan aktivitas mereka dikendalikan oleh perusahaan berdasarkan jam kerja sehingga banyak di antara mereka yang kehilangan pekerjaan utamanya dan beralih menjadi pekerja tambang nikel.
Pendapatan yang telah diterima oleh warga sesudah bergeser dari petani, nelayan, pedagang dan buruh menjadi karyawan tambang dengan perubahan pendapatan yang disajikan pada Tabel berikut :
Tabel 18 Dampak Pertambangan Nikel Terhadap Aspek Ekonomi.

No
Mata Pencaharian
Pendapatan Masyarakat
Selisih (Rp)
Tanda
Sebelum
Setelah
1
Petani
1.035.294
3.139.216
2.103.922
+
2
Nelayan
527.143
3.000.000
2.472.857
+
3
Pedagang
746.154
3.230.769
2.484.615
+
4
Buruh
700.000
3.166.667
2.466.667
+
Sumber : Data Primer diolah (2013)
Tabel 18 memperlihatkan perubahan pendapatan yang terjadi akibat adanya pergeseran mata pencaharian dan pada aspek ekonomi nampak jelas bahwa terdapat dampak dari pertambangan nikel terhadap aspek ekonomi terutama pada mata pencaharian dan pendapatan warga yang beralih dari pekerjaan utama seperti petani, nelayan, pedagang dan buruh menjadi karyawan pada pertambangan nikel.

2.        Pembahasan
Hasil penelitian yang dilakukan pada Kecamatan Langgikima tentang dampak pertambangan nikel terhadap sosial ekonomi masyarakat diperoleh beberapa temuan yang antara lain bahwa perusahaan-perusahaan tambang yang ada di Kecamatan Langgikima kurang memperhatikan aspek sosial masyarakat. Tidak ada bantuan pendidikan, pembangunan gedung sekolah, bantuan perlengkapan alat tulis, penyediaan tenaga pengajar, dan tidak ada pelaksanaan program pelatihan kepada masyarakat yang menunjukkan bahwa tidak ada dampak pertambangan nikel terhadap aspek pendidikan di Kecamatan Langgikima.
Pada aspek kesehatan, perusahaan tidak memberikan bantuan secara menyeluruh dan hanya kepada beberapa desa yang berada kawasan pertambangan sedangkan desa lain tidak memperoleh akses pelayanan kesehatan.  Hasil studi lapangan juga menemukan bahwa perusahaan memberikan bantuan hanya kepada warga yang bekerja kepada perusahaan saja sedangkan warga lainnya tidak memperoleh kesempatan yang sama bahkan mereka mengalami kesulitan dalam mengakses pelaksanan kesehatan. Dengan demikian diperoleh bahwa pertambangan nikel tidak berdampak terhadap aspek kesehatan di Kecamatan Langgikima.
Pada aspek lingkungan, perusahaan lebih mengutamakan kesehatan dan keselamatan  serta kelancaran kegiatan usaha akan tetapi perusahaan tidak melakukan penanggulangan kerusakan lingkungan, Hal ini diindikasikan bahwa perusahaan menyerahkan pengelolaan lingkungan kepada pemerintah melalui izin AMDAL yang mereka penuhi sehingga terkesan bahwa analisis mengenai dampak lingkungan diserahkan kepada pemerintah. Namun demikian hal ini secara keseluruhan diperoleh bahwa dampak lingkungan dan kerusakan hutan serta pencemaran yang terjadi akibat adanya aktivitas pertambangan nikel di Kecamatan Langgikima menjadi tanggung jawab perusahaan dan ini berdampak positif.
Hasil studi terhadap aspek ekonomi diperoleh bahwa pendapatan masyarakat sebelum adanya pertambangan nikel, bersumber dari kegiatan bertani, nelayan, berdagang dan menjadi buruh diketahui bahwa dari 51 orang responden dengan mata pencaharian sebagai petani memiliki pendapatan rata-rata sebesar Rp.1.035.294 per musim panen. Mereka yang bekerja sebagai nelayan sebanyak 14 orang memiliki pendapatan rata-rata sebesar Rp. 527.143 per hari  melaut, sedangkan responden yang bekerja sebagai pedagang sebanyak 13 orang memiliki pendapatan rata-rata sebesar Rp.746.154 per bulan dan mereka yang bekerja sebagai buruh sebanyak 6 orang memiliki pendapatan rata-rata mencapai Rp.700.000 per bulan. Hal tersebut menggambarkan bahwa pendapatan masyarakat sebelum adanya tambang di Kecamatan Langgikima masih berada antara Rp.500.000 – 1.100.000.
Pendapatan masyarakat dan mata pencaharian yang telah dilakukan bertahun-tahun bergeser kepada pekerjaan sebagai karyawan pada perusahaan tambang. Sebagian masyarakat meninggalkan lahan garapan, kegiatan nelayan, kegiatan dagang dan buruh kasar untuk menjadi karyawan pada perusahaan tambang. Hasil studi diperoleh bahwa terjadi pergeseran mata pencaharian dalam kehidupan warga masyarakat di Kecamatan Langgikima. Namun masih ada warga yang tidak mau kehilangan pekerjaannya yang telah dilakukannya selama ini.
Hasil analisis dalam penelitian ini menunjukkan adanya perbedaan pendapatan antara pendapatan pada saat belum ada pertambangan nikel dan sesudah ada pertambangan nikel. Hal ini sekaligus menunjukkn bahwa pertambangan nikel hanya mampu memberikan perubahan pada peningkatan pendapatan dan penyerapan tenaga kerja tetapi tidak berdampak terhadap aspek sosial masyarakat karena perusahaan yang melakukan kegiatan tambang adalah perusahaan baru dan lebih berorientasi kepada keuntungan usaha tetapi belum dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan kesehatan masyarakat di wilayah pertambangan.

KESIMPULAN
Berdasakan hasil penelitian dan pembahasan tentang dampak pertambangan nikel terhadap sosial ekonomi masyarakat di Kecamatan Langgikima, maka dapat disimpulkan bahwa kegiatan pertambangan nikel di Kecamatan Langgikima tidak berdampak terhadap kondisi pendidikan dan kesehatan masyarakat dan hanya berdampak pada kondisi lingkungan. Selain itu setelah ada pertambangan nikel di Kecamatan Langgikima, kondisi ekonomi masyarakat mengalami perubahan mata pencaharian menjadi pekerja tambang nikel yang ditandai dengan adanya peningkatan pendapatan masyarakat.

SARAN
1.      Untuk meningkatkan kondisi sosial masyarakat di Kecamatan Langgikima, maka masyarakat harus berperan serta dalam meningkatkan kualitas pendidikan, kesehatan dan pelestarian lingkungan melalui kerja sama dengan perusahaan-perusahaan tambang yang ada di wilayah Kecamatan Langgikima guna meningkatkan produktivitas masyarakat.
2.      Untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, maka masyarakat harus dapat menentukan lapangan kerja dengan penghasilan yang tetap sehingga nantinya akan mewujudkan masyarakat yang makmur pada masa mendatang
3.      Untuk menyediakan lapangan kerja dan penyerapan tenaga kerja, maka perlu adanya kerja sama antara pihak perusahaan dengan pemerintah Kecamatan Langgikima untuk dapat menekan tingkat pengangguran dan mengentaskan kemiskinan di pedesaan.

DAFTAR PUSTAKA
Anwar, Affendi, 1999. Pengembangan Agropolitan ; Konsep dan Implementasinya di Indonesia, Pusat Studi Pembanguna, Lembaga Penelitian Institut Pertanian Bogor.
Arifin, 2005. Eksplorasi Pertambangan Nikel di Indonesia. IPB-Press. Bandung
Arikunto. 1998. Prosedur penelitian, suatu pendekatan praktek. PT. Rineka Cipta. Jakarta.
Arman Pasaribu, 2011. Analisis Dampak Pertambangan Emas Terhadap Sosial Ekonomi Masyarakat di Kecamatan Batang Toru Kabupaten Tapanuli Selatan. Tesis Pascasarjana Universitas Sumatera Utara. Medan.
Andi Fardani  Dampak Sosial Keberadaan PT. Vale Indonesia Tbk terhadap Kehidupan Masyarakat (Studi Kasus Sorowako Kecamatan Nuha Kabupaten Luwu Timur). Tesis. Unhas. Makassar.
Badan Pusat Statistik. 2011. Provinsi Sulawesi Tenggara dalam Angka Tahun 2011. Kendari.
Bintarto, R. 1977. Suatu Pengantar Geografi Desa. Yogyakarta : U.P.Spring.
Boediono. 1992. Ekonomi Mikro, Seri Hinopsis Pengantar Ilmu Ekonomi. Yogyakarta : BPFE-Universitas Gajah Mada.
Budimanta, 2007. Ekonomi Pembangunan. Erlangga. Jakarta
Fandeli, C. 1992. Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup Prinsip Dasar dan Penerapannya Dalam Pembangunan. Penerbit Liberty. Bogor.
Fauzi, A. 2006. Ekonomi sumber daya alam dan lingkungan. Teori dan aplikasi. Jakarta: PT. Gramedia Utama Pustaka.
Hotelling, H. 1931. The economics of exhaustible resources. Journal of political Economy (39) : 137-175).
Ibrahim, 2010. Pengantar Ilmu Psikologi Keluarga. Liberty. Yogyakarta.
Jhingan, M.L. 1998. Ekonomi Pembangunan dan Perencanaan. Jakarta : Rajawali Press.
Kamus Besar Bahasa Indonesia. 2010.
Kamus Besar Bahasa Indonesia. 1996.
Kartasaputera, 1992. Ekonomi Pembangunan. Ghalia Ilmu. Jakarta
Kavie. 2009. Pengertian Pendidikan, (Internet). (http://kavie design.indonesianforum.net.htm).
Koentjaradiningrat, 2000. Pembangunan Masyarakat Tinjauan Aspek : Sosiologi, Ekonomi, dan Perencanaan, Liberty, Yogyakarta.
Komaruddin. 1996. Ensiklopedia Manajemen. Jakarta : Balai Pustaka
Lauer, R. H. 1993, Perspektif tentang Perubahan Sosial, PT. Rineka Cipta, Jakarta.
Malanuang, Lukman. 2002. Analisis Dampak Ekonomi dan Sosial Tambang Emas dan Tembaga bagi Masyarakat komunal dan Pembangunan Wilayah Propinsi NTB (Studi Kasus Proyek Batu Hijau PT. Newmont Nusa Tenggara. Sekolah Pascasarjana IPB. Bogor.
Marsuki, 2009. Ekonomi Sumber Daya Alam. Bumi Aksara. Jakarta
Mulyanto Sumardi, 1985. Pengantar Ilmu Ekonomi.  Gajah Mada Press. Yogyakarta.
Pelly, U. 1991. Dampak Kegiatan Pembangunan Pada Sosial Budaya (Sebuah Kerangka Analisis Dampak Lingkungan Sosial). Kursus-Kursus Dasar Amdal X. USU. Medan.
Rosnawati, 2011. Dampak Pertambangan Emas Terhadap Tingkat Pendapatan Masyarakat di Kecamatan Rarowatu Utara Kabupaten Bombana. Tesis Pascasarjana Universitas Haluoleo. Kendari
Sinaga, S. 2003. Perilaku Masyarakat Petani Terhadap  Eksploitasi Lapisan Tanah Atas Pada Lantai Hutan dan Kerugian Fisik yang diakibatkannya di Kawasan Hutan Kabupaten Karo. Tesis Program Pascasarjana USU. Medan.
Singarimbun, 1987. Pengantar Ilmu Sosiologi. Alfabeta. Bandung
Soemarwoto, O . 2005. Analisis Mengenai Dampak Lingkungan. Gadjah Mada
            University Press. Yogyakarta
Sukirno, 1985. Ekonomi Makro. BPFE-UGM.Yogyakarta.
Sumardi, M dan H. D. Evers. 1985. Kemiskinan dan Kebutuhan Pokok. CV. Rajawali. Jakarta.
Suriansyah. 2009. Dampak Pertambangan Terhadap Fungsi Ekonomi Lingkungan dan Pendapatan Masyarakat (Studi Kasus Pertambangan Bijih Besi PT Juya Aceh Mining di Kabupaten Aceh Barat Daya Propinsi NAD).. Tesis. Sekolah Pascasarjana IPB, Bogor.
Susanto. 1984. Sosiologi Pembangunan. Jakarta : Balai Pustaka.
Syahrini, A. 1999. Pembangunan perumahan dan permukiman berkelanjutan yang berwawasan lingkungan. USU Press. Medan.
Syani. 1997. Sosiologi dan Perubahan Masyarakat, Suatu Interpretasi Kearah Realita Sosial. Pustaka Jaya, Jakarta
Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1967 tentang Pokok-pokok Pengusahaan          Pertambangan.
Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang sistem Pendidikan Nasional                 
Undang-Undang Nomor 23 tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup
Undang-Undang Nomor 32 tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan     Lingkungan Hidup.
Van Den Ban dan Hawkins, 1999. Human Resource Develompment. Perinhall Harvant. New York.
Wikipedia Indonesia. 2011. Kesehatan. (Internet). http://id.wikipedia.org.
Winardi. 1992. Ilmu Ekonomi. Bandung : Tarsito.
Yakin A, 2004. Ekonomi Sumber Daya Alam. Bumi Aksara. Jakarta.
Yasin, 2000. Pembangunan Ekonomi. Murai Kencana. Jakarta
Yudhistira, 2008. Dampak Kerusakan Lingkungan Akibat Kegiatan Penambangan Pasir Di Daerah Kawasan Gunung Merapi (Studi Kasus Di Desa Keningar Kecamatan Dukun Kabupaten Magelang, Provinsi Jawa Tengah). Tesis. UGM. Yogyakarta.
Yusnita, I dan A. Sudrajat. 2003. Membentuk pola perilaku manusia pembangunan. IPB Press. Bogor.

1 komentar: